7.6.10

ENERGI PENYEMBUH

ENERGI PENYEMBUH
DALAM AL-QURAN

Alfred Tomatis, seorang doktor warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pende-ngaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga mene-mukan bahwa telinga mengontrol system syaraf!

Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh
suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu mempe-ngaruhi seluruh tubuh.

Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwa suara dapat mempengaruhi berbagai Artikelal dan memben-tuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memiliki suaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya.

Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan. Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat mempengaruhi sel-sel, khususnya sel cancer, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!

suara bergerak dari telinga ke otak dan mempe-ngaruhi sel-sel otak. Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki daya penyem-buh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengem-balikan keseimbangan ke seluruh tubuh !

Bacaan al-Qur'an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya
sistem kekebalan tubuh.

Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah dari tubuh yang sihat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Ia menemukan bahwa setiap not skala musik dapat mempengaruhi medan elektro-magnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orang yang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan meminta pasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudah memproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon suara pemiliknya.

Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang biasa mempengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan
meregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusia memiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lain.

Peneliti ini menyatakan, 'Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengubatan yang paling kuat.' Fabien
menemukan bahwa beberapa suara dapat meng-hancurkan sel-sel cancer, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sihat.

Sel cancer hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapa bacaan al-Qur'an memiliki pengaruh yang besar terhadap cancer yang paling berbahaya dan penyakit yang sangat akut!

Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa suara dapat mempengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang
dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepun, dalam eksperimennya terhadap air. Ia mene-mukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang
mempengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.
Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, maka suara yang didengar manusia itu mempengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga mempengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga dapat mempengaruhi kesihatannya.

Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengubati banyak macam penyakit termasuk cancer. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bentuk molekul air berubah ketika diha-dapkan pada suara.

Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan al-Qur'an pada air, maka karakteristiknya akan berubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur'an itu kepada
setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibat-kannya sembuh. Dalam gambar kita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektro-magnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara.

Bagaimana al-Qur'an mengubati?
Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi pada sel-sel tubuh dan bagaim-ana suara itu bisa mengubati? Bagaimana suara ini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengubatannya?

Para doktor selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus. Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus itu
informasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agar menghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?

Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur'an. Suara al-Qur'an dapat
menghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitas sel-sel sihat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnya agar siap bertempur melawan virus dan kuman.
Bacaan al-Qur'an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ke telinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan mempengaruhinya melalui medan elektronik, lalu frekuensi-frekuensi terse-but mengaktifkan sel-sel. Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudah mengalami dan mengulangi.

Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difir-mankan Allah kepada kita di dalam al-Qur'an al-Karim, 'Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.' (ar-Rum: 30).

Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehingga medan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur'an membuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibat penyakit menular.

Ayat-Ayat Ubat

Setiap ayat dalam al-Qur'an memiliki daya penyembuh untuk penyakit tertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa surat
dan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhir
al-Qur'an.

Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengubati penyakit Anda. Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaan surat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat: ’Sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan- perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.' (al-Hasyr: 21)

Nabi saw membaca ta'awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasuk
penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq dan an-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur'an sebagai ubat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin.

KAJIAN SAINTIFIK KE ATAS AIR

Seorang ilmuan Jepun Dr. Masaru Emoto dari Universiti Yokohama telah merintis kajian saintifik tentang molekul air. Beliau dengan tekun melakukan penyelidikan tentang perubahan molukel air. Hasil kajiannya mendapati air ternyata boleh “mendengar” kata-kata, “memba-ca” tulisan dan boleh “mengerti” pesanan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr Masaru Emoto menghuraikan bahawa air bersifat boleh merakam pesanan, seperti pita magnetik atau compact disk. Apabila kata-kata yang baik diungkapkan pada air, didapati molukel air terbentuk seperti krsital yang sangat indah dan bersinar. Manakala apabila kata-kata kesat dan buruk diungkapkan kepadanya, molukelnya berubah menjadi buruk rupanya dan menggerunkan seperti sel barah. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Beliau juga telah telah membuat kajian ke atas air-air yang dibacakan ayat-ayat suci Quran dan mendapati hasilnya molekul air tadi seperti berlian yang berkilau-kilau, cantik bercahaya.

Mengikut hasil kajiannya juga, antara molukel air yang paling cantik bercahaya ialah air zam-zam. Molekulnya tersusun cantik, seperti berlian bersegi-segi, bersinar-sinar dan berwarna-warni melebihi dua belas warna! Tidak hairanlah air zam-zam menjadi begitu berkhasiat kerana ianya menyimpan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s. Demikianlah juga dengan air kolah masjid yang telah merakam suara azan, bacaan ayat-ayat Quran, zikir, doa dan pengajaran ilmu agama di masjid tersebut.
Semakin kuat konsentrasi orang yang berkata-kata atau berdoa pada air, semakin kuat kesannya yang terhasil pada molekul air. Air boleh memindahkan bacaan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali penemuan ini dapat menjelaskan kenapa air biasa yang dioakan boleh menyembuhkan penyakit.